Tuesday, March 5, 2013

Waktu lama penetasan

Pada masa pengeraman ini diperlukan ketenangan bagi sang indukan untuk mengerami telurnya bebas dari gangguan apapun tak terkecuali kita yang senang melihat glodok, agar telur tersebut dapat menetas dengan maksimal. Ada sebagian orang berpendapat jika lovebird sedang bertelur jangan dipegang atau dilihat, pendapat itu memang benar karena dapat mengganggu proses pengeraman. Tapi jika sudah terbiasa dilihat dan lovebird tidak merasa terganggu itu tidak masalah. 
 
Waktu anakan berumur masih dibawah 2 minggu sebaiknya jangan dilihat karena rentan mati hal ini disebabkan oleh indukan yang sensitif, ketika kita lihat lovebird merasa terganggu dan menganggap kita adalah sebgai pengganggu atau pemangsa, dari pada anaknya dimangsa lebih baik dia matikan anaknya. 

Pada saat berumur sekitar 6 – 8 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Setelah anak burung bisa makan sendiri, segera pindahkan mereka ke sangkar lain sehingga indukannya bisa kembali melakukan siklus reproduksi.

Alasan telur tidak menetas
Telur tidak meneteas bisa disebabkan oleh beberapa hal  antara lain: Peberian makanan yang tidak baik, indukan yang mandul, kurang nutirisi, telur tidak dierami indukan, infeksi bakteri, merasa terganggu misal dengan tikus atau kucing dan untuk peternak baru biasanya sering dilihat  sehingga lovebird kita merasa terganggu, seperti saya waktu awal-awal  senengnya  buka glodok untuk liat telurnya  hehehe.... dan masih banyak lagi penyebab yang lain. Sering dijumpai dalam satu tetasan, ada 1 atau 2 telur yang tidak menetas. Ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya telur yang tidak menetas itu adalah telur yang terakhir. Menurut literature yang saya baca, bahkan di alam sekalipun, tidak semua telur bisa menetas walaupun kadang ada yang menetas semua. 

Bila dalam jangka waktu kulang lebih 25 maksimal 30 hari telur tidak menetas itu wajib dipertanyakan apa memang belum menetas atau memang ada masalah seperti yang dijelaskan diatas, biasanya ada yang telurnya diambil kemudian dilihat atau diterawang dengan senter, kalau terlihat bening tidak ada semburat merah berarti telur tersebut tidak dibuahi lebih baik dibuang.
Kemungkinan yang terjadi jika telur tidak menetas :
  1. Kemungkinan telur itu ada janinnya dan masih hidup sebaiknya diletakan kembali untuk di erami indukan lagi
  2. Ada janinnya tapi sudah mati.



Pada masa pengeraman ini diperlukan ketenangan bagi sang indukan untuk mengerami telurnya bebas dari gangguan apapun tak terkecuali kita yang senang melihat glodok, agar telur tersebut dapat menetas dengan maksimal. Ada sebagian orang berpendapat jika lovebird sedang bertelur jangan dipegang atau dilihat, pendapat itu memang benar karena dapat mengganggu proses pengeraman. Tapi jika sudah terbiasa dilihat dan lovebird tidak merasa terganggu itu tidak masalah. 
 
Waktu anakan berumur masih dibawah 2 minggu sebaiknya jangan dilihat karena rentan mati hal ini disebabkan oleh indukan yang sensitif, ketika kita lihat lovebird merasa terganggu dan menganggap kita adalah sebgai pengganggu atau pemangsa, dari pada anaknya dimangsa lebih baik dia matikan anaknya. 

Pada saat berumur sekitar 6 – 8 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Setelah anak burung bisa makan sendiri, segera pindahkan mereka ke sangkar lain sehingga indukannya bisa kembali melakukan siklus reproduksi.

Alasan telur tidak menetas
Telur tidak meneteas bisa disebabkan oleh beberapa hal  antara lain: Peberian makanan yang tidak baik, indukan yang mandul, kurang nutirisi, telur tidak dierami indukan, infeksi bakteri, merasa terganggu misal dengan tikus atau kucing dan untuk peternak baru biasanya sering dilihat  sehingga lovebird kita merasa terganggu, seperti saya waktu awal-awal  senengnya  buka glodok untuk liat telurnya  hehehe.... dan masih banyak lagi penyebab yang lain. Sering dijumpai dalam satu tetasan, ada 1 atau 2 telur yang tidak menetas. Ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya telur yang tidak menetas itu adalah telur yang terakhir. Menurut literature yang saya baca, bahkan di alam sekalipun, tidak semua telur bisa menetas walaupun kadang ada yang menetas semua. 

Bila dalam jangka waktu kulang lebih 25 maksimal 30 hari telur tidak menetas itu wajib dipertanyakan apa memang belum menetas atau memang ada masalah seperti yang dijelaskan diatas, biasanya ada yang telurnya diambil kemudian dilihat atau diterawang dengan senter, kalau terlihat bening tidak ada semburat merah berarti telur tersebut tidak dibuahi lebih baik dibuang.
Kemungkinan yang terjadi jika telur tidak menetas :
  1. Kemungkinan telur itu ada janinnya dan masih hidup sebaiknya diletakan kembali untuk di erami indukan lagi
  2. Ada janinnya tapi sudah mati.



0 comments:

Post a Comment

Popular Posts