Friday, March 29, 2013

Tips penjodohan kacer

Pilih burung kacer yang sehat, gacor atau sudah bisa bernyanyi, dan juga tidak mempunyai cacat fisik. Pilihlah untuk induk jantan yang mempunyai usia lebih tua dari induk betinanya. Usia jantan sekitar 2 tahun dan betinanya sekitar 1 tahunan. Selain itu, pilihlah yang sudah cukup jinak dan tidak terlalu takut kepada manusia. Gampangnya, pilihlah yang tidak “giras”.

Proses penjodohan :

Bisa menggunakan kandang yang telah disekat, bisa juga menggunakan  harian yang biasa. Lakukan perjodohan dengan mendekatkan atau menempelkan sangkar kedua indukkan. Pada proses ini bertujuan agar si jantan saat birahi, selalu mengarahkan kicaunya pada si betina. Proses ini tidak selalu berjalan mulus,bisa cepat bisa juga lama, pengaruh besar tergantung birahi si betina, karena pada umumnya birahi betina lebih lambat munculnya daripada birahi jantan.

Tanda-tanda birahi betina mulai muncul adalah saat sijantan mengarahkan kicau birahinya, maka si betina akan merespon dengan siulan-siulan balasan yang khas dilanjutkan dengan menggetar-nggetarkan sayapnya dan selalu mendekat pada si jantan. Namun jika betina cuek, dia akan selalu menghindar dan itu pertanda maka kedua induk belum berjodoh.



Agar kedua indukkan cepat bejodoh, sobat bisamemberikan EF (extra food). Berikut 

Tips pemberian ef untuk memancing birahi kacer:
  • berilah EF dihari pertama, misalnya pada jantan ataupun betinanya berilah jangkrik masing-masing 10 ekor.
  • dihari kedua, kurangilah jatah jangkrik untuk betina 5 ekor sementara untuk jantannya, tetaplah beri 10 ekor.
  • dihari ketiga, sama sekali hilangkan jatah jangkrik untuk betina, ini bertujuan untuk memancing sibetina. Karena pada saat seperti itu, sijantan yang tetap mendapat jatah jangkrik, akan memainkan jangkrik yang akan dia makan di mulutnya. Tujuan sijantan tidak lain adalah untuk “meng-iming-iming” si betina yang kelaparan EF (jangkrik), sehingga dia akan mencoba untuk meminta jatah jangkrik pada si jantan.
Proses diatas bisa sobat ulangi selanjutnya. Untuk waktu yang dibutuhkan tidak bisa kita tentukan, bisa seminggu dua minggu ataupun bulanan tergantung kacer itu sendiri. Untuk mencobanya,masukkan kedua burung dalam satu kandang, kalau mereka berantem berarti belum jodoh, karena pada umumnya indukkan yang belum berjodoh akan berantem jika dimasukkan dalam satu kandang yang sama. Sebenarnya kedua burung bisa sobat masukkandalam satu kandang dari awal proses, dengan catatan kedua burung dalam kondisi mabung, karena saat mabung, tidak ada sifat agresif pada calon jodohnya.

Jika pada proses perjodohannya sangatlah sulit, sobat b’dane bisa memberikan peningkat birahi untuk burung yang banyak tersedia di pasaran. Sebagai tambahan, pola makan untuk burung tangkar cukup standart saja, namun demikian, porsi untuk burung tangkar pada umumnya lebih banyak dari pada burungpeliharaan biasa. Untuk asupan makanan yang seimbang, bukan hanya sekedar “ada baikknya” tapi “sangat dianjurkan” sobat mengetahui tentang vitamin-vitamin untuk burung juga tentang kandungan mineral pada makanan burung. Karena banyak beredar dipasaran makanan burungyang tidak menyertakan tentang informasi komposisinya, juga kadang ada juga yang tidak memenuhi standar asupan gizi untuk burung.


Pilih burung kacer yang sehat, gacor atau sudah bisa bernyanyi, dan juga tidak mempunyai cacat fisik. Pilihlah untuk induk jantan yang mempunyai usia lebih tua dari induk betinanya. Usia jantan sekitar 2 tahun dan betinanya sekitar 1 tahunan. Selain itu, pilihlah yang sudah cukup jinak dan tidak terlalu takut kepada manusia. Gampangnya, pilihlah yang tidak “giras”.

Proses penjodohan :

Bisa menggunakan kandang yang telah disekat, bisa juga menggunakan  harian yang biasa. Lakukan perjodohan dengan mendekatkan atau menempelkan sangkar kedua indukkan. Pada proses ini bertujuan agar si jantan saat birahi, selalu mengarahkan kicaunya pada si betina. Proses ini tidak selalu berjalan mulus,bisa cepat bisa juga lama, pengaruh besar tergantung birahi si betina, karena pada umumnya birahi betina lebih lambat munculnya daripada birahi jantan.

Tanda-tanda birahi betina mulai muncul adalah saat sijantan mengarahkan kicau birahinya, maka si betina akan merespon dengan siulan-siulan balasan yang khas dilanjutkan dengan menggetar-nggetarkan sayapnya dan selalu mendekat pada si jantan. Namun jika betina cuek, dia akan selalu menghindar dan itu pertanda maka kedua induk belum berjodoh.



Agar kedua indukkan cepat bejodoh, sobat bisamemberikan EF (extra food). Berikut 

Tips pemberian ef untuk memancing birahi kacer:
  • berilah EF dihari pertama, misalnya pada jantan ataupun betinanya berilah jangkrik masing-masing 10 ekor.
  • dihari kedua, kurangilah jatah jangkrik untuk betina 5 ekor sementara untuk jantannya, tetaplah beri 10 ekor.
  • dihari ketiga, sama sekali hilangkan jatah jangkrik untuk betina, ini bertujuan untuk memancing sibetina. Karena pada saat seperti itu, sijantan yang tetap mendapat jatah jangkrik, akan memainkan jangkrik yang akan dia makan di mulutnya. Tujuan sijantan tidak lain adalah untuk “meng-iming-iming” si betina yang kelaparan EF (jangkrik), sehingga dia akan mencoba untuk meminta jatah jangkrik pada si jantan.
Proses diatas bisa sobat ulangi selanjutnya. Untuk waktu yang dibutuhkan tidak bisa kita tentukan, bisa seminggu dua minggu ataupun bulanan tergantung kacer itu sendiri. Untuk mencobanya,masukkan kedua burung dalam satu kandang, kalau mereka berantem berarti belum jodoh, karena pada umumnya indukkan yang belum berjodoh akan berantem jika dimasukkan dalam satu kandang yang sama. Sebenarnya kedua burung bisa sobat masukkandalam satu kandang dari awal proses, dengan catatan kedua burung dalam kondisi mabung, karena saat mabung, tidak ada sifat agresif pada calon jodohnya.

Jika pada proses perjodohannya sangatlah sulit, sobat b’dane bisa memberikan peningkat birahi untuk burung yang banyak tersedia di pasaran. Sebagai tambahan, pola makan untuk burung tangkar cukup standart saja, namun demikian, porsi untuk burung tangkar pada umumnya lebih banyak dari pada burungpeliharaan biasa. Untuk asupan makanan yang seimbang, bukan hanya sekedar “ada baikknya” tapi “sangat dianjurkan” sobat mengetahui tentang vitamin-vitamin untuk burung juga tentang kandungan mineral pada makanan burung. Karena banyak beredar dipasaran makanan burungyang tidak menyertakan tentang informasi komposisinya, juga kadang ada juga yang tidak memenuhi standar asupan gizi untuk burung.


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts